Saturday, July 2, 2016

Berselubung Hutan Hitam (Black Forest) #1

Hallo leute. Ini adalah kirimanku yang pertama di Blog catatan Seto Damar. Di dalam kiriman pertamaku ini aku ingin sekali bercerita mengenai pengalamanku pertama kali pergi ke Jerman. Tepatnya ada di Negara Bagian Baden-Wurtemberg di Kota Kecil Freiburg. Kota tersebut terletak dekat dengan perbatasan Negara Perancis yaitu kota Strasbourg. Hanya sekitar 30 menit perjalanan dari Kota Freiburg ke Kota Strasbourg menggunakan sepeda. 

Oh ya, bagaimana dulu pertama kalinya aku bisa kesana? Jadi puji Tuhan aku mendapatkan sebuah stipendium (beasiswa) selama tiga minggu untuk berkunjung di Kota Freiburg. Aku mendapatkannya dari program Partner Schule (PASCH) dari Goethe Institut Indonesien, karena sekolahku SMA Kolese De Britto juga merupakan sekolah kerjasama PASCH. Awalnya program ini diperuntukkan bagi siswa yang mendapat nilai terbaik pada ujian Bahasa Jerman (Goethe Zertifikat A1). Sayangnya, aku mendapatkan peringkat kedua. Lalu datanglah kesempatan kedua yaitu Wettbewerb atau Kompetisi. Di sana aku harus membuat presentasi dalam bentuk apapun seperti film, buku, presentasi dan lain-lain. Dan aku memilih untuk membuat Film. Film itu bertemakan mengenai Buku, karena Indonesia pada saat itu (tahun 2015) mendapatkan kehormatan sebagai tamu istimewa pada Pameran Buku Frankfurt (Frankfurt Buchmesse).  

Lanjut cerita aku akhirnya lolos mendapatkan satu tiket untuk mengikuti Winterjugendkurs. Dari Indonesia kami berjumlah sekitar 19 orang. 9 orang tinggal di Kota Frankfurt dan 10 orang tinggal di Kota Freiburg. Kami pertama harus menyelesaikan banyak sekali administrasi untuk membuat visa Schengen. Ada mulai foto, surat-surat pernyataan sampai tanda tangan orang tua yang harus disetujui notaris (jika anda berumur di bawah 18 tahun). Aku harus bolak-balik Jakarta-Jogja untuk mengurus visa di kedutaan besar Republik Federal Jerman. Tapi puji Tuhan pengurusan visa dapat berjalan dengan cepat dan lancar. 

Pada tanggal 10 Januari 2015 kami 19 orang ditambah 2 pendamping pergi ke Frankfurt Flughafen sekitar jam 8/9 malam di bandara Soekarno-Hatta menggunakan maskapai Lufthansa (maskapai nasional Jerman). Dari Jakarta kami harus transit terlebih dahulu di Kuala Lumpur. Dan dari Kuala Lumpur kami melanjutkan penerbangan langsung ke Frankfurt. Penerbangan itu membutuhkan total sekitar 14 jam. Lama sekali memang, dan perasaanku pada waktu itu antara senang dan takut. Karena belum lama dari penerbanganku ada penembakan pesawat Malaysia Airlines di langit Ukraina. 

Kami sampai di Frankfurt Airport (Fraport) pagi sekitar jam 7 pagi. Di sana kami telah ditunggu oleh dua Begleiterin dari Frankfurt dan Freiburg. Dari Freiburg adalah Dagmar beliau adalah Guru Bahasa Jerman. Akhirnya rombongan Indonesia pun harus berpisah ke kota tujuan masing-masing yaitu Frankfurt dan Freiburg. 

Dari Frankfurt kami menggunakan van/ bus travel menuju kota Freiburg yang lumayan jauh. Kami membutuhkan sekitar 3 Jam dari Frankfurt ke Freiburg. Sesampainya di Freiburg kami tinggal di sebuah wisma yang bernama Jugendherberge. Tempatnya persis bersebelahan dengan Black Forest yang terkenal itu dan Freiburger Stadium. Di sana kami telah disambut dengan Begleiter/inen dan Lehrer/in kami. Ada Nico, Jana, Dietmar Christiane, Johannes, Kyra, Felix, Marek, dan Ulli.

Hari itu sungguh berkesan karena ternyata kami juga kedatangan teman-teman dari berbagai penjuru dunia terutama Amerika Latin. Kami, peserta Winterjugendkurs Freiburg ini datang dari Asia seperti Indonesia dan Nepal, lalu Australia dan Selandia Baru yang juga beberapa diantaranya berasal dari Singapura dan Filipina. Lalu dari Amerika Latin ada dari Panama, Kolumbia, Venezuela, Peru, Brazil, Uruguay, Chile, Argentina, Bolivia. Total kami ada 56 anak. Waw sebuah pengalaman yang benar-benar baru. Sesaat mungkin aku merasakan jetlag, homesick, dan tentunya cultural shock. Tapi secara kesulurhan perasaanku sangat excited.

No comments:

Post a Comment